Thursday, July 4, 2013

Atasi Ejakulasi Dini, Kurangi Kecepatan Saat Penetrasi

Atasi Ejakulasi Dini, Kurangi Kecepatan Saat PenetrasiEJAKULASI dini harus segara diatasi. Bila terus dibiarkan, bangunan romantisme hubungan Anda dengan pasangan bisa runtuh. Namun tak perlu cemas, ulasan ini dapat membantu mengatasi keluhan Anda.

Seperti diketahui bahwa ejakulasi dini bisa terjadi karena gangguan psikologis dan biologis. Sehingga membuat ejakulasi jadi lebih cepat keluar. Namun, bukan berarti gangguan ini tak bisa diatasi. Mau tahu caranya?

Berikut ini beberapa solusi paling umum mengatasi ejakulasi dini, menurut Foxnews.

Antidepresan

Antidepresan tertentu yang telah diresepkan dapat mengobati ejakulasi dini, di mana dapat membantu menunda orgasme lebih lama. Namun, antidepresen bukanlah obat yang disetujui dokter untuk mengatasi ED, karena itu Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko dan manfaatnya.

Memakai krim topikal anestesi

Krim yang mengandung lidokain atau prilokaina telah dikenal lama dapat menunda ejakulasi. Namun, solusi ini dapat memengaruhi sensitivitas alat kelamin wanita dan membatasi sensasi orgasme seseorang.

Terapi seksual

Strategi saat penetrasi ialah tujuan yang diajarkan terapi seksual dalam mengobati ED, di mana biasanya lawan pasangan Anda terlibat dalam terapi seksual ini.

Pakailah kondom

Hal ini karena memakai kondom dapat mengurangi rangsangan dan memperpanjang waktu lebih lama sebelum ejakulasi. Sementara itu, hindari kondom yang "ekstra tipis" untuk menghindari stimulasi berlebihan.

Kurangi kecepatan saat penetrasi

Memperlambat kecepatan saat penetrasi ke vagina akan mengurangi tekanan dan lebih menunda Anda mengalami ED.

Mengelola hormon Anda

Hormon bertanggung jawab menjaga semua fungsi seksual Anda. Di mana Anda memantau kadar hormon Anda dan bekerja sama dengan dokter untuk mencapai keseimbangan seiring pertambahan usia. Sehingga perlahan Anda bisa memulihkan keluhan Anda mengenai ejakulasi dini.

Sementara itu, penting untuk dicatat ialah ejakulasi dini bukanlah akhir dari keintiman atau hubungan seksual dengan pasangan. Namun, hal itu bisa diatasi dengan berkonsultasi kepada dokter guna mengembalikan lagi kesehatan fisik maupun mental. (tty)

»

0 comments:

Post a Comment