DEMAM berdarah merupakan ancaman bagi semua kelurga Indonesia. Penyakit ini memengaruhi jutaan orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia setiap tahun dan dianggap salah satu penyakit berbahaya dalam hal morbiditas dan mortalitas.
Sebagai produsen pengendalian hama terpecaya, SC Johnson bersama Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) melakukan tindakan kolaboratif untuk memberantas DBD dan mencegah kematian lebih lanjut dalam keluarga. SC Johnson mendukung IAKMI dalam menggelar program pendidikan dan perubahan perilaku di 50 SD di lima daerah prevalensi tinggi, yaitu program Lawan DB. Program ini menargetkan anak-anak sekolah dan guru untuk mendorong adopsi langkah-langkah pencegahan di sekolah dan rumah.
?SC Johnson meminta orangtua, guru, dan anak-anak untuk membantu memerangi penyakit mematikan ini. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, menginspirasi perubahan perilaku, dan mendorong mereka bergabung dengan Jumantik sebagai ujung tombaknya,? tutur Vice President and General Manager, SC Johnson Indonesia JHHP, Francisco F. Guerra, seperti rilis yang diterima redaksi Okezone, Senin (17/3/2014).
Program Lawan DB ini akan melakukan inisiatif yang sedang dilaksanakan, yaitu pelatihan guru sekolah dasar dan siswa sekolah, pelatihan pada Jumantik Cilik Day yang akan bertepatan dengan Dengue Day Nasional pada 20 April yang melibatkan anak-anak dari seluruh Jakarta. Kemudian, juga dilakukan pencegahan dengue dengan penelitian oleh IAKMI dengan dukungan dari SC Johnson.
?Pencegahan demam berdarah sebagai kebiasaan yang perlu ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin. Melalui program ini, kami berharap Jumantik Ciliki bisa menjadi alat perubahan perilaku yang efektif untuk pencegahan demam berdarah,? jelas Deputy Chairman of IAKMI, Husein Habsyi, SKM., MHComm.
Untuk diketahui, karena sampai saat ini tidak ada obat untuk DBD, inisiatif pencegahan harus dilakukan sejak dini. DBD harus dicurigai ketika seseorang memiliki demam tinggi yang berlangsung selama dua sampai tujuh hari dengan sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah dan pembengkakan kelenjar atau ruam.
Gejala-gejala ini dapat mengancam ketika komplikasi muncul karena plasma bocor, akumulasi cairan, gangguan pernapasan, perdarahan parah atau kerusakan organ hidup yang terjadi tiga sampai tujuh hari setelah gejala pertama. Ini digabungkan dengan penurunan suhu yang mencakup sakit perut parah, muntah terus-menerus, napas cepat, gusi berdarah, kelelahan, darah dalam muntahan.
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment