DEADLINE Indonesia mencapai target MDSs sudah tinggal setahun lagi . Pemerintah pun sudah banyak menggandeng pihak terkait untuk bisa mencapai setiap target tersebut.
Akan tetapi, bagaimana nasib Indonesia bila MDGs selesai dan Indonesia tak bisa mencapai targetnya? Akankah MDGs selesai begitu saja dan upaya menyejahterakan masyarakat Indonesia selesai?
"Kita akan kejar terus yang pasti, meski nanti tidak ada MDGs. Kan Bappenas sudah bikin RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah). Jadi tidak akan berhenti begitu saja MDGs ini," kata Dr.Ir. Wicaksono Saroso, Direktur Eksekutif Kemitraan bagi Pembaharuan Tata Pemerintah, katanya dalam acara yang bertema Indonesia, Negara Bahari yang Masih Kesulitan Air, di Ruang Lo Siang Hien Ginting, Gedung Yustinus Lantai. 14, Unika Atma Jaya, Kampus Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2014).
Ditambahkannya bahwa masyarakat sendiri jangan terlalu mengandalkan pemerintah untuk mencapai MDGs ini. Semua pihak dan pemerintah daerah juga perlu membantu. Hal itu karena, apa yang akan kita berikan pasti kita sendiri yang mendapat reward-nya. Meski tidak selalu terlihat dengan uang, tapi bisa lewat kepuasan dan kesejahteraan yang dirasakan anak cucu kita.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SpM (K), Utusan Khusus Presiden RI (KUKPRI) untuk MDGs, menambahkan bahwa sekalipun kita tak bisa mencapai target MDGs nanti, bukan berarti kita di-strap atau disuruh berdiri di suatu sudut ruang seperti anak kecil. Target, menurut dia, sebagai acuan kita untuk bisa memberikan yang terbaik.
"MDGSs ini intinya kemanusiaan. Artinya, memanusiakan para manusia. Rasanya hidup kita tidak enak bila ada masyarakat yang lain hidup susah. Kan kita harus saling membantu, itu maknanya. Yang terpenting positive thinking saja, capaian untuk pendidikan dan gender kan kita sudah bisa kita capai. Dan niatnya ada target itu sebenarnya, biar kita ada spirit untuk bisa menjadi lebih baik, dibanding kalau tidak ada target," terangnya. (ind)
»






0 comments:
Post a Comment