RUMAH sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan memang menjadi tumpuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya. Dengan pakem tersebut, baik rumah sakit umum daerah dan rumah sakit swasta hendaknya memberikan pelayanan sama pada siapa pun.
Meski dikelola secara berbeda, baik rumah sakit negeri dan rumah sakit swasta memiliki roh yang sama, yakni melayani pasien tanpa terkecuali. Karenanya, menyoal pelayanan kesehatan pun hendaknya tak ada pembedaan.
?Mengelola pasien baik di RSUD ataupun di rumah sakit swasta harusnya sama, karena sifatnya adalah pelayanan. Pelayanan itu tak boleh membedakan suku, kaya, miskin, ataupun membedakan ras. Jadi, harusnya sama,? tutur dr Kusmedi Priharto, SpOT selaku Direktur Utama RSUD Tarakan saat ditemui Okezone di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Perbedaan yang terjadi, sambung dr Kusmedi, dikarenakan adanya perbedaan segmentasi dari masing-masing rumah sakit. Hal itulah yang kemudian membuat adanya pelayanan yang berbeda yang diberikan rumah sakit.
?Cuma masing-masing rumah sakit punya segmen. Pemerintah daerah tentunya lebih mendahulukan masyarakatnya dan tanggung jawabnya, maka pemerintah daerah harus mendahulukan rakyat tak mampu. Karena orang mampu biasanya punya asuransi sendiri atau punya uang, sehingga bisa memilih fasilitas yang harus dikunjungi. Sementara untuk rakyat tak mampu, pemerintah yang harus memberikan. Saat ini pemerintahan Pak Jokowi dan Basuki cukup bisa kita ajak berbicara. Beliau bertekad untuk meningkatkan kesehatan di ibu kota ini, sehingga dukungan beliau pada rumah sakit dalam kurun waktu saat ini sangat bagus,? tutupnya.
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment