Wednesday, March 19, 2014

Ini Cara Sembuhkan Tuberkulosis Belum Anda Tahu

Ini Cara Sembuhkan Tuberkulosis Belum Anda Tahu   BAGI pasien tuberkulosis yang ingin sembuh, mereka harus menjalani dua lini pengobatan. Selama dalam proses pengobatan itu, mereka tak boleh sama sekali putus meminum obat.

Dr. M Arifin Nawas, Sp.P(K), MARS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menjelaskan, ada dua lini dalam pengobatan bagi pasien yang terkena tuberkulosis. Lini pertama ada dua fase yang harus dijalani penderita tuberkulosis. Di mana mereka diharuskan mengonsumsi obat dua sampai tiga bulan.  
Bila keadaan sudah membaik dan jauh dari keluhan-keluhan tuberkulosis, tak dianjurkan sama sekali untuk berhenti mengonsumsi obat. Sebab, banyak kasus penderita tuberkulosis yang baru-baru awal berobat dan membaik, mereka langsung menghentikan pengobatannya, padahal mereka belum sepenuhnya pulih dari penyakit tuberkulosis.
 
"Penyakit tuberkulosis membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Jadi saat fase awal pengobatan tubuh sudah enak, seperti tidak batuk lagi, tidur enak, tidak bangun di saat tidur malam, jangan langsung merasa sudah sehat, langsung memutuskan tidak minum obat lagi. Banyak orang saat mengonsumsi obat selama dua bulan berhenti, pada akhirnya membuat mereka menjadi tuberkulosis laten. Padahal, fase awal pengobatan itu hanya membunuh kuman," katanya dalam acara bertema ?SOHO #BetterU: Hari Tuberkolosis Sedunia? di Ruang Florence, Hotel Akmani, Jakarta, 19 Maret 2014.
 
Selanjutnya, pengobatan empat sampai tujuh bulan merupakan pengobatan lanjutan. Bila kuman fase awal dibunuh, pada fase ini kuman disterilkan dari dalam tubuh, ucap Dr. Nawas.
 
Dia pun menambahkan, kuman tuberkulosis sangat unik. Saat kuman itu sekali masuk, mereka tidak akan mau keluar lagi, baik di organ paru-paru atau di tulang. Dalam kasusnya kuman tuberkulosis sedang "tidur" lantaran daya tahan tubuh kita bagus. Tetapi saat daya tahan tubuh kita lemah kuman bisa hidup dan mengenai organ dalam tubuh. Dan biasanya, kuman pun sudah kebal dengan obat.
 
"Yang ditakutkan saat penderita tuberkulosis menghentikan pengobatan di fase awal dan kemudian akhirnya kena tuberkulosis lagi. Saat mengonsumsi obat kumannya sudah kebal atau tubuh mengalami resisten dengan obat," imbuhnya.
 
Bila seseorang terlanjur terkena tuberkulosis ulang, kondisi itu sangat berbahaya. Karena mereka harus mengonsumsi obat dari awal lagi, tapi obat pertama sudah resisten.
 
Dalam kondisi itu, upaya dilakukan ialah menjalani pengobatan lini kedua, yakni mengonsumsi obat tambahan. Tujuannya agar kuman mati dan pasien pun sembuh tanpa mengalami resisten.
(tty)

»

0 comments:

Post a Comment