MAKAN diet tinggi lemak telah lama dikaitkan oleh peningkatan risiko terhadap penyakit jantung. Namun, sebuah studi internasional memiliki pendapat yang berbeda mengenai konsumsi diet tinggi lemak terhadap risiko penyakit jantung.
Bertentangan dengan saran yang selama pernah ada untuk lebih sedikit mengonsumsi lemak, para peneliti tidak menemukan hubungan antara konsumsi lemak jenuh dengan penyakit jantung. Selain itu, dikatakan oleh peneliti kadar lemak tak jenuh ganda seperti omega-3 dan 6 tidak memiliki efek menurunkan risiko penyakit jantung secara signifikan.
Tetapi, menurut Dr. Rajiv Chowdhury dari Cambridge University, strain tertentu yang berbeda dari lemak memang memiliki beberapa dampak. Dua jenis lemak jenuh yang ditemukan dalam sumber hewani dan sawit dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung. Sementara, lemak pada susu yang disebut asam margaric secara signifikan melindungi Anda dari penyakit jantung.
Selain itu, Dr. Rajiv mengatakan bahwa dua jenis asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan berminyak, yaitu EPA dan DHA, dan asam arakidonat dari asam lemak omega-6 memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung. Namun, ditambahkan olehnya, suplemen omega-3 dan 6 nampaknya tidak memberikan manfaat terhadap pengurangan risiko penyakit jantung.
?Ini adalah hasil penelitian yang menarik karena berpotensi penelitian ilmiah baru dan mendorong penilaian kembali pedoman gizi untuk jantung sehat kita saat ini,? tutur Dr. Rajiv, dikutip Huffingtonpost.
Sementara itu, Dr. Rajiv mengatakan bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab tunggal utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Menurutnya, pada 2008 saja sekira 17 juta orang lebih meninggal dunia karena penyakit kardiovaskular secara global.
?Dengan begitu, banyak orang terkena penyakit ini, sangat penting untuk memiliki pedoman pencegahan yang sesuai bukti ilmiah untuk diimformasikan,? imbuhnya.
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment