Tuesday, March 18, 2014

Kenali Macam-Macam Tes Alergi (II)

Kenali Macam-Macam Tes Alergi (II)?KULIT Atira (10 bulan) merah-merah? Sudah diobati, tapi kok kambuh lagi. Atau jangan-jangan ia alergi ya?? batin Kalina, sang mama usai memberikan asupan telur ?untuk pertama kalinya? kepada buah cintanya.  
Rasa curiga akan apa yang dialami si kecil, seperti Kalina di atas sah-sah saja. Pengenalan makanan pertamanya setelah lolos ASI ekskusif, pemberian susu formula atau kontak terhadap bahan kimia kerap menimbulkan reaksi berbeda kepada si kecil. Ada yang kulitnya merah-merah, gatal, diare, dll.
 
Nah, daripada mengira-ngira yang nggak jelas soal positif tidaknya si kecil terkena alergi, sebaiknya lakukan tes alergi saja moms! Dengan begitu, Anda akan mengetahui sumber pencetusnya, sehingga dapat dengan mudah pula menghindarinya.
 
Berikut ragam tes alergi yang  dapat dilakukan kepada buah hati moms, menurut Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA (K).  
 
Tes Gores
 
Berguna untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan
alergen makanan.

Prosedur:
 
-Tes dilakukan dengan cara menggoreskan benda tumpul membentuk huruf tertentu pada kulit hingga menimbulkan tonjolan.
 
-Jika positif akan timbul tonjolan merah.
 
-Pada umumnya si kecil yang alergi terhadap tekanan akan sulit karena hasilnya akan positif.
Tes ini dapat dilakukan pada anak usia berapa pun.
 
Tes Tusuk Kulit (Skin Prick Test)
 
Tes ini dilakukan untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup (debu, tungau, serpihan kulit manusia, serpihan kulit ayam, serpihan kulit anjing, serpihan kulit kucing, serpihan kulit kuda, tepung sari rumput, tepung sari padi, tepung sari jagung, spora jamur, kecoa) dan alergen makanan (udang, kepiting, bandeng, kakap, kuning telur, putih telur, coklat, kacang mete, kacang tanah, kedelai, tomat, wortel, kerang, nanas, kopi, susu sapi, teh, ayam negeri, tongkol, cumi-cumi, gandum).

Prosedur:
 
-Tes dilakukan di kulit lengan bawah sisi bagian dalam. Kulit diberi alat khusus disebut ekstrak alergen yang diletakkan di atas kulit dengan cara diteteskan. Ekstrak alergen berupa bahan-bahan alami, misalnya berbagai jenis makanan atau tepung sari.
 
-Pada tes ini tidak menggunakan jarum suntik biasa tetapi menggunakan jarum khusus (panjang mata jarum 2 mm), sehingga tidak mengeluarkan darah atau luka, serta tidak menimbulkan rasa sakit.
 
-Hasil tes diketahui dalam 15 menit. Bila positif alergi terhadap alergen tertentu, akan timbul bentol merah sebesar 2-3 mm yang gatal di kulit.
 
-Tes ini harus dilakukan oleh dokter yang betul-betul ahli di bidang alergi-imunologi karena teknik dan interpretasi (membaca hasil tes) lebih sulit dibanding tes lain.
 
-Untuk menjalani tes ini, usia anak minimal 3 tahun dan dalam keadaan sehat serta ia tidak baru meminum obat yang mengandung antihistamin (anti-alergi) dalam tiga sampai tujuh hari (bergantung jenis obatnya). (Bersambung)
(tty)

»

0 comments:

Post a Comment