ORANGTUA tak boleh lepas perhatian begitu saja saat anak, khususnya remaja ingin menjalani diet. Pasalnya, pola diet untuk remaja sangat berbeda dengan orang dewasa.
Menurut Dr.dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi, pola diet yang tepat untuk remaja ialah memotong porsi makan khususnya karbohidrat, akan tetapi menunya lebih bervariasi dengan menitikberatkan protein. Hal itu agar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan tetap bisa berenergi untuk menjalani aktivitasnya.
Tak kalah penting, saat anak yang masih remaja menjalani diet, orangtua harus juga mendampingi mereka. Sebab, gaya diet yang tepat pun bisa tak akan efektif bila orangtua tak aktif memberi pendampingan, seperti mengatur menu makanan yang harus dimakan dan memberi tahu makanan yang harus dihindari.
"Pertama, porsi makan dikurangi, tapi menu makannya jadi bervariasi. Di mana asupan protein nabati hewani harus juga cukup, sehingga anak tidak kekurangan zat besi. Tidak perlu harus daging, tahu tempe bisa dijadikan alternatif," katanya dalam acara yang bertema ?Peluncuran Sangobion Femine 30 Hari Aktif & Segar: Edukasi Pentingnya Kecukupan Zat Besi pada Saat Menstruasi? di Pad@28, Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Selain itu, kata dia, hindari makanan yang menghambat produksi sel darah merah. Misalnya minum teh, kopi, dan mengonsumsi obat lambung. Di samping itu, konsumsi juga buah yang mengandung vitamin C untuk membantu mempermudah penyerapan zat besi.
"Vitamin C yang kita butuhkan 60 miligram per hari. Dan untuk mencukupi vitamin C, kita sebagai orangtua tidak harus mengandalkan jeruk. Sebab, makanan lain juga banyak yang mengandung vitamin C. Prinsipnya, beri makanlah anak Anda empat sampai lima porsi buah dan dua sampai tiga sayur setiap hari. Dan itu tidak harus dalam satu kesempatan makan. Tapi Anda sebagai orangtua, aturlah menu makanan pagi, siang, sore, sementara di sela itu dengan memberikan buah dan sayur," terangnya.
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment