?TELAH lahir buah hati kami hari ini dengan berat badan 3,2 kg dan panjang 49 cm.? Wah, siapa pun yang menerima pesan di atas pasti akan turut merasa senang. Terlebih sang pengirim pesan adalah orangtua si bayi mungil.
Namun di samping kebahagiaan, orangtua juga musti siap mental menghadapi perubahan, terutama ibu baru. Mulai dari kondisi rumah yang tak lagi tenang, perubahan bentuk fisik, tamu datang silih berganti, hingga menghadapi saran orangtua yang kadang tidak masuk di akal.
Bukan tak mungkin keadaan itu memicu dilema besar bagi sang ibu. Lalu, bagaimana mengatasinya?
Wajar
Tentu saja, setelah memiliki anak, banyak perubahan yang dialami ibu. Tanggung jawab pun akan bertambah. Jika sebelumnya hanya mengurus suami, kini ada bayi mungil di tengah keluarga.
?Perlu diingat, meskipun makhluknya kecil tapi kebutuhan pokoknya sangat banyak. Nah, perubahan-perubahan seperti kondisi rumah, fisik, dan orang-orang di sekeliling itu wajar terjadi jika akhirnya dapat membuat ibu merasa dilema. Namun, ibu nggak perlu khawatir karena seiring waktu ibu juga akan dapat beradaptasi dengan berbagai perubahan itu,? buka Nessi Purnomo, Psi., MSi dari Personal Growth, Jakarta, dilansir Mom & Kiddie.
Rumah Tak (Lagi) Tenang
Bayi hadir bukan secara tiba-tiba melainkan sudah dipersiapkan dari sebelumnya. Oleh karena itu, begitu bayi lahir, perubahan pasti akan terjadi dan bukanlah sesuatu yang dapat ditawar. Mulai dari kondisi rumah yang tidak lagi tenang dengan adanya tangisan-tangisan si kecil yang ?memekakkan? telinga, perabotan rumah yang selalu berantakan, dan lain sebagainya.
?Nah, berbagai kondisi itu seharusnya bisa diantisipasi dan dipersiapkan dari sebelum kelahiran bayi. Caranya dengan banyak mengobrol dengan orang-orang yang sudah punya pengalaman memiliki anak. Juga, dengan mencari informasi dari buku-buku yang berkaitan dengan bayi baru lahir. Dengan begitu, ibu tahu dan ada gambaran untuk menghadapinya,? jelas Nessi.
Perubahan Fisik Bikin Tak Pede
Duh, kapan nih berat badanku menyusut, kan sudah melahirkan? Eits, jangan terlalu dipikirkan. Bukankah ketika moms memutuskan untuk memiliki anak, berarti juga sudah harus siap dengan perubahan fisik yang mengikuti? Itu hal alami dan ditanggung setiap ibu yang baru melahirkan.
Nah, jika moms menyusui dan mengurus sendiri si buah hati, berat badan cenderung cepat berkurang, kok! Meskipun tak persis sama seperti sebelum hamil, setidaknya bentuk tubuh terlihat lebih baik.
Contohnya, ukuran payudara tidak akan bisa kembali seperti semula dan justru menjadi lebih besar karena berfungsi sebagai penampung ASI.
?Terimalah bahwa perubahan bentuk ini terjadi secara alamiah. Jika memang kondisi bayi sudah agak besar dan fisik ibu sudah pulih, maka ibu bisa mulai berolahraga lagi. Hal ini bisa diupayakan dan tidak perlu menjadi bahan pikiran. Jadi, tenang saja,? sarannya.
Ingin Mandi Tapi Bayi Sendirian
Kedua hal ini bisa dilakukan kok, moms. Yang penting, moms harus yakinkan bahwa si buah hati aman saat ditinggalkan. Misalnya, pada sore hari ketika bayi selesai dimandikan maka dia akan merasa segar. Setelah itu, susuilah agar dia kenyang dan merasa tenang. Kemudian, letakkan bayi ke dalam boksnya agar lebih aman. Supaya dia tidak merasa kesepian, Moms bisa memutar musik klasik yang dapat membuatnya semakin tenang. Pastikan, tidak ada guling yang dapat menutupi wajah terutama hidungnya.
Menghadapi Tamu yang Berkunjung
Kehadiran bayi tidak hanya disambut oleh keluarga besar saja. Tetangga, sahabat, dan rekan-rekan terdekat pun tak ketinggalan ingin melihat si kecil. Sudah pasti moms gembira, namun kondisi tubuh yang belum fit pascapersalinan bisa memicu perasaan resah atau gusar manakala harus menyambut tamu-tamu yang berkunjung.
Sebenarnya, moms bisa berterus terang. Katakan pada rekan-rekan yang ingin berkunjung bahwa Moms masih merasa lelah dan minggu depan baru bisa dikunjungi agar cukup beristirahat.
?Bicarakan pada tamu yang mau berkunjung dan berilah rentang waktunya. Kalau ibu terlalu letih, malah akan semakin repot terutama untuk ibu menyusui. Pasalnya, dalam keadaan lelah, ASI tidak akan keluar. Ungkapkan secara halus kepada tamu yang akan berkunjung dan diskusikan dengan suami untuk membuat jadwal kunjungan,? saran Nessi.
Ibu dan Mertua Terlalu Menasehati
Satu hal yang harus disadari betul adalah segala sesuatu yang disampaikan oleh ibu kandung atau mertua itu niatnya baik. Hanya saja, kadang memang ada beberapa nasehat yang tidak relevan untuk dilakukan.
Jika nasihatnya masih masuk akal dan tidak dilarang, ya, dilakukan saja. Katakan secara halus dan baik-baik pada mereka bahwa ada beberapa perkembangan yang sekarang ini mungkin agak berbeda dibandingkan dulu.
Lebih baik lagi bila moms memberikan literatur sehingga Moms dan mertua bisa sama-sama membacanya. Pelan-pelan mereka juga akan terima dan mengerti. Misalnya, orangtua selalu bilang jika belum 40 hari ibu dan bayi tidak boleh keluar jauh-jauh. Memang agak meragukan, tapi jika kita lihat lebih dalam lagi ternyata memang ada benarnya juga. Seorang ibu yang baru melahirkan pasti membutuhkan proses pemulihan dari luka jahitan sesar ataupun normal.
Dan juga, karena kondisi fisik yang belum fit dapat membuat ibu rentan terkena penyakit. Begitu pun, dengan si buah hati yang sedang membentuk daya tahan tubuh, jangan sampai terpapar virus dari berbagai tempat. Oleh karena itu, jadikan waktu 40 hari itu untuk istirahat dan memperkuat hubungan ibu dan bayi untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.
?Fokuskan pada ibu dan bayi saja. Kalau ibu terlalu memaksakan diri keluar justru akan membahayakan kesehatan bayi. Ia akan mudah terkontaminasi penyakit,? tutur Nessi.
Utamakan Istirahat
Ketika menyusui ada saat-saat dimana beberapa bayi tidak mau diselingi dengan melakukan pekerjaan lain. Jadi, si ibu benar-benar hanya menyusuinya saja. Namun, ada pula bayi yang menyusu lama sekali dan tak mau dilepas, istilah awamnya ?ngentil?. Wajar, jika kemudian ibu merasa lelah dan bosan.
Dalam hal ini, Nessi lebih menyarankan agar ketika menyusui ibu harus benar-benar merasa nyaman. Pada minggu-minggu setelah melahirkan, daripada ibu menonton televisi demi tujuan rileks, lebih baik ibu tidur untuk istirahat. Karena dengan istirahat dapat membantu produksi ASI menjadi semakin banyak dan tubuh pun akan menjadi lebih fit.
?Tapi, kalau dalam perkembangannya bayi menyusu lebih dari satu jam. Ya, nggak masalah kalau ?disambi? menonton televisi. Asalkan, jika memang dia menyusu lama banget ya. Tapi, kalau menyusunya hanya 15 menit, ya sebaiknya ibu tahan saja. yang penting, carilah apa yang membuat ibu nyaman dan senang, maka ASI juga akan lancar. Jadi, lihat-lihat karakteristik bayinya juga,? tutur Nessi.
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment