PEMBERLAKUAN BPJS Kesehatan dengan iuran yang minim memang banyak menimbulkan pro dan kontra. Namun di luar itu semua, hal terpenting ialah pelayanan terbaik pada pasien tak terbengkalai.
DR.dr. H Ari Fahrial Syam, SP.pD KGEH FINASIM FACP MMB menuturkan terkait adanya pelayanan BPJS memang harus dievaluasi terus menerus dan tak hanya memermasalahkan sekadar kapitasi semata.
"Sebenarnya sekarang ini yang terpenting masyarakat bisa terlayani dengan baik dengan biaya tersebut. Tapi masalahnya ini kan tidak cukup. Itu kan per paket, jadi tak cukup. Misalnya dengan penyakit ini jadi bujetnya segini, jadi dipas-pasin. Jadi jangan dibatasin,"tuturnya kepada Okezone di RSCM, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Menyoal besarnya kapitasi itu berapa, Dr Ari berujar hal itu tentu menjadi jumlah yang relatif karena menyesuaikan dengan kasus yang ditangani.
"Tergantung case-nya kan apa, kasusnya apa. Apakah sistem itu dijalankan dengan baik atau tidak. Karena kapitasi itu disesuaikan dengan seberapa besar jaminan yang diberikan. Oke misalnya per kepala Rp25 ribu, yang penting jaminan itu apa. Kalau per kepalanya cuma Rp10 ribu tapi setiap orang dirujuk nggak mencukupi juga kan. Dia keluarin obat, duitnya kan harus banyak juga. Memang penting, tapi yang penting bagaimana masyarakat bisa terlayani,"tutupnya. (ind)
»






0 comments:
Post a Comment