PROFESI sebagai seorang dokter memang dituntut untuk memberikan kualitas kesehatan dan pelayanan yang baik. Pasalnya, hanya profesi dokter yang pertama melayani kesehatan masyarakat. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan primer WGW (Wienke) Boerma, PhD dari Senior Research dari NIVEL The Netherland Institute for Health Services Research mengatakan agar profesi dokter wajib diberi pelatihan.
Tujuannya dalam memberikan pelatihan, agar dokter bisa mengatasi keluhan kesehatan masyarakat di tingkat primer. "Dokter jelas harus mengembangkan kapasitasnya. Inilah hal yang paling penting agar primary care (pelayanan kesehatan primer) meningkat," kata Wienke.
Selain itu, lanjutnya, penting juga pemerintah untuk meningkatkan akses pelayanan, kapitasi pembayaran dan memberi insentif dengan baik. Semua hal itu, diwujudkan untuk meningkatkan kualitas primer. Namun pada kenyataannya untuk mengorganisasi pelayanan kesehatan primer dengan baik masih sulit untuk diterapkan, dan hal ini juga dialami oleh banyak Negara.
"Supply obat adalah masalah daerah yang sering ditemukan, dan ini masalahnya juga dalam meningkatkan kesehatan primer. Kemudian akses juga selalu juga persoalan yang sulit di atasi," paparnya dalam acara yang bertema Symposia and Workshop: Health Care in Urban Setting di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2014)
Menanggapi hal itu ditempat yang sama Prof. DR. dr. med. Akmal Taher, SpU(K) dari Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa, pelayanan primer memang harus diperkuat saat ini, dari pendidikan untuk dokter, program, akses dan sampai fasilitasnya. Hal itu agar pelayanan kesehatan primer yang merupakan ujung tombak program Jaminan Kesehatan Nasional bisa merata dirasakan masyarakat sampai ke daerah-daerah pedalaman.
"Praktek pelayanan primer itu kan meliputi puskesmas dan klinik, praktek dokter mandiri. Di tahun ini, kami memfokuskan pada puskesmasnya, kan yang pelayanan kesehatan yang paling menyentuh masyarakat di pingir-pinggir itu puskesmas. Sekarang saja sudah 9100 puskesmas yangg sudah kontrak di BPJS," Ungkap Prof. Akmal Taher.
?Sementara untuk kebutuhan kualitas dokter khusus pelayanan primer, kita sudah membuat peraturan perundang-undangannya. Di mana mereka adalah dokter tak tetap dan juga dengan dokter sedang menjalani internship, untuk mengisi puskesmas-puskesmas di daerah-daerah,? paparnya.
Target Kemenkes RI sendiri pada tahun 2019 semua masyarakat Indonesia sudah bisa tercover di BPJS. Sehingga mereka bisa mengakses pelayanan kesehatan primer dimana pun mereka berada.
"118. 926. 515 peserta BPJS saat ini. Saat ini kami masih sedang merevisi dan menyesuaikan hal yang diperlukan, tetapi kita sudah ada di track yang benar," tandasnya.
(ren)
»






0 comments:
Post a Comment