Thursday, April 17, 2014

Kondisi Obesitas di Indonesia Kian Mengkhawatirkan

Kondisi Obesitas di Indonesia Kian MengkhawatirkanSEMAKIN meningkatnya jumlah orang-orang yang mengalami obesitas membuat kondisi menjadi kian mengkhawatirkan. Hal ini karena obesitas merupakan salah satu faktor risiko pencetusnya berbagai penyakit kronis, semisal diabetes dan penyakit jantung. Lantas, bagaimana permasalahan obesitas di Indonesia?  
Sebelumnya, Nutrition Advisory Board Herbalife sekaligus ahli nutrisi dan obesitas, Dr. Rocio Medina mengatakan bahwa obesitas kini sudah menjadi endemik di berbagai belahan dunia. Bahkan, Dr. Rocio Medina mengatakan bahwa berdasarkan data WHO lebih dari 1,4 miliar orang dewasa memiliki berat badan berlebih.
 
"Sementara, 2,8 juta orang dewasa meninggal dunia setiap tahun karena berat badan berlebih ataupun obesitas karena munculnya berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung," jelas Dr. Rocio Medina pada media briefing dalam rangka ?Tur Kesehatan Asia Pasifik 2014? di The Hall 8, Senayan City, Jakarta, Kamis (17/4/2014).
 
Lebih lanjut, berdasarkan data WHO tersebut Dr. Rocio Media mengatakan bahwa di Asia Pasifik obesitas juga meningkat pesat. Sementara, berdasarkan sumber dari Euromonitor International sejumlah negara diprediksi memiliki tingkat pertumbuhan obesitas tercepat dari tahun 2010 hingga 2020, yaitu Vietnam (225 %), Hong Kong (178 %), India (100
%), Korea Selatan (80,7 %), Selandia Baru (52 %), dan Indonesia (50 %).
 
Sedangkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan, secara nasional masalah kegemukan pada anak umur 5 sampai 12 tahun masih tinggi, yaitu 18,8 persen. Hal tersebut terdiri dari gemuk sebesar 10,8 persen dan sangat gemuk atau obesitas sebesar 8,8 persen.
 
Sedangkan, prevalensi gemuk pada remaja umur 13 sampai 15 tahun sebesar 10,8 persen. Hal ini terdiri dari 8,3 persen gemuk dan 2,5 persen sangat gemuk atau obesitas.
 
Sementara itu, sebanyak 15 provinsi dengan prevalensi sangat gemuk di atas nasional, yaitu Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Papua, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, dan DKI Jakarta.
 
Dr. Rocio Medina mengatakan bahwa mengonsumsi makanan sehat dalam keseharian dan produk suplemen sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
 
"Masalah kesehatan masyarakat harus diatasi dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Kami percaya kontribusi sekecil apa pun akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, kita akan memetik hasil yang maksimal di masa depan," imbuhnya.
(tty)

»

0 comments:

Post a Comment