Sunday, April 28, 2013

Selain Atasi Kram, Cara Ini Cegah Varises

Selain Atasi Kram, Cara Ini Cegah VarisesMENGABAIKAN kram bisa membuat kaki Anda mengalami pembengkakan. Untuk itu, sebaiknya lakukan tindakan preventif agar terhidari risiko ini.  
Adapun kram biasanya terjadi karena terlalu lama berdiri atau duduk. Namun bila kondisi itu sudah Anda rasakan sekarang, segeralah mengubuh kebiasaan agar kaki Anda tidak mengalami pembengkakan.
 
?Biasanya seorang yang mengalami kram disebabkan terlalu lama duduk saat kerja, terlalu berdiri saat bepergian, kurangnya aktivitas jalan seperti ibu hamil, kegemukan, ataupun faktor genetik. Namun bila Anda sudah mengalami kondisi dan relatif sering, upayakanlah untuk mengubah kebiasaan lama Anda agar terhindar dari risiko pembengkakan kaki. Apalagi bila Anda orang gemuk dan berkerja di depan komputer,? kata Dr. R. Suhartono, MD Ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler Indonesia saat ditemui dalam acara bertemakan Edukasi Masyarakat Mengenai Bahaya Gangguan Vena di The 3 House, Kuningan Village, Jakarta, Sabtu, 27 April 2013.
 
 
Da menambahkan, perubahan kebiasaan itu sangat penting agar tidak membuat kaki Anda bengkak. Selain itu, juga mencegah agar tidak terjadi varises.
 
?Menangani kram itu sangat mudah caranya, yaitu mengubah kebiasaan-kebiasaan Anda, seperti menjauhi duduk dengan menyilakan kaki saat bekerja. Pasalnya, ini bisa menghimpit vena dan pasti lama-lama akan membuat Anda kram. Kemudian, hindarilah terlalu lama berdiri. Namun bila memang tuntutan aktivitas seperti itu, gerakanlah kaki Anda sesering mungkin agar membantu otot merangsang vena hingga memudahkan peredaran darah kembali ke jantung. Ataupun Anda bisa berbaring kaki lebih tinggi dari kepala seperti sikap lilin dan memakai alat penghilang nyeri, yaitu stoking kompresi. Semua cara itu bisa membuat Anda jauh dari pembengkakan kaki. Langkah ini dapat membuat Anda bebas dari varises,? tutupnya.
(tty)

»

Waspada, Kram Picu Pembengkakan Kaki

Waspada, Kram Picu Pembengkakan KakiKRAM bagi sebagian orang mungkin dianggap sepele. Tapi apabila ditilik lagi, pengabaian kondisi itu bisa membuat pembengkakan kaki.
Ya, hal ini dikarenakan adanya peredaran yang terhambat dan terakumulasi di betis. Sehingga peredaran yang seharusnya kembali ke jantung menjadi terhambat.

?Biasanya orang yang terlalu lama berdiri ataupun duduk mengalami kram ataupun nyeri pada kaki. Kram atau istilah kedokterannya insufisiensi ini terjadi karena ada gangguan pada katup vena (pembuluh darah yang mengembalikan darah ke jantung) hingga peredaran darah berkumpul  dalam betis, di mana seharusnya dikembalikan ke jantung. Di sini awal masalahnya," tutur Dr. R. Suhartono, MD Ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler Indonesia saat ditemui dalam acara bertema Edukasi Masyarakat Mengenai Bahaya Gangguan Vena di The 3 House, Kuningan Village, Jakarta, Sabtu, 27 April 2013.
 
Menurut dia, kondisi ini bila terus dibiarkan akan menyebabkan pembengkakan pada kaki.
 
?Gangguan darah yang terakumulasi dalam betis itu bila terus tidak disadari seseorang ataupun terus dibiarkan akan berdampak pada rasa sakit atu nyeri di kaki, kemudian kram pada malam hari. Parahnya, pembengkakan pada kaki. Anda pernah melihat  ibu hamil yang kakinya bengkak? Begitulah gangguan ini bila terus dibiarkan,? jelasnya.
(tty)

»

Saturday, April 27, 2013

Kram Saat Haid, Ini Cara Atasinya

Kram Saat Haid, Ini Cara AtasinyaNYERI kram yang parah saat haid datang pasti sangat mengganggu. Untuk itu, segeralah mengambil upaya preventif agar kondisi itu tidak mengganggu aktivitas Anda.  
Adapun kondisi kram itu biasanya terjadi pada sebelum dan awal menstruasi. Parahnya, biasanya terjadi tidak hanya satu hari saja, tapi bisa sampai tiga kali. Inilah alasan penting meredakan nyeri agar tidak mengganggu rutinitas Anda.
 
Lantas, bagaimana caranya meredakan kram yang parah itu? Berikut ini beberapa tip meredakan kram saat siklus menstruasi datang, sebagaimana dilansir WebMD.

- Olahragalah yang rutin. Penelitian telah menunjukkan wanita yang secara teratur olahraga setiap pekan mengalami sedikit rasa sakit saat menstruasi datang.

- Hindari makanan yang mengandung kafein dan garam.

- Hindari merokok dan minum alkohol.

- Tempelkan sebotol air hangat untuk membantu meredakan sakit bila menstruasi datang. (tty)

»

Keputihan Tidak Normal? Solusinya...

Keputihan Tidak Normal? Solusinya...KEPUTIHAN pada wanita memang suatu waktu dibutuhkan untuk mengusir bakteri. Namun bila warnanya sudah berbeda, jumlahnya banyak dan berbau, Anda harus waspada. Pasalnya, bisa jadi kondisi itu menyebabkan vagina Anda terinfeksi.  
Terkait masalah itu, memang keputihan terjadi karena proses menstruasi setiap wanita berbeda-beda. Namun bila keputihan itu membuat secara konsisten merubah warna, jumlah dan bau, maka harus segera ditangani agar tidak terjadi infeksi pada vagina.
 
Lantas, apa yang harus dilakukan? Berikut ini beberapa tip pencegahan infeksi vagina karena keputihan yang tidak normal, sebagaimana dilansir WebMD.

- Jaga kebersihan vagina Anda dengan membersihkan secara teratur dengan sentuhan lembut, sabun lembut, dan air yang hangat.

- Jangan membersihkan daerah vagina Anda dengan sabun mandi wangi biasa dan produk sabun wanita. Selain itu, hindari mandi dengan gelembung sabun.

- Setelah selesai dari kamar mandi, selalu elaplah daerah vagina Anda dari depan sampai belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam. Selain itu, pakailah celana dalam berbahan katun seratus persen dan  jangan terlalu ketat.
(tty)

»

Cara Aman Atasi Keracunan Makanan pada Bayi

Cara Aman Atasi Keracunan Makanan pada BayiKERACUNAN makanan mungkin jadi ancaman yang mengkhawatirkan. Namun, dengan cara sederhana berikut, hal tersebut pun dapat diatasi dengan mudah.

Jika si kecil keracunan makanan (bisa terjadi setelah makan makanan laut atau jamur, disertai demam, terdapat darah pada tinja, terdapat muntah yang terus-menerus sehingga asupan makanan terganggu, dan terdapat tanda-tanda dehidrasi) maka lakukan hal berikut, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.

-Hindari makanan padat sampai muntah berhenti.
-Mulailah makan makanan yang ringan seperti kraker asin, pisang, nasi, atau roti.
-Hindari konsumsi goreng-gorengan, makanan berminyak, pedas, atau terlalu
    manis.
-Hindari dehidrasi dengan minum air sedikit demi sedikit yang kemudian secara bertahap ditambah.
-Apabila muntah dan diare berlangsung lebih dari 24 jam, anak dapat diberikan oralit.
-Segera hubungi dokter apabila muntah dan diare berlangsung lebih dari 3 hari. (ind)

(tty)

»

Buah Hati Tersedak Makanan, Bagaimana Atasinya?

Buah Hati Tersedak Makanan, Bagaimana Atasinya?GANGGUAN saat makan bisa saja terjadi pada bayi Anda. Jangan dulu panik menghadapinya. Cara sederhana berikut membantunya.

Ancaman tersedak saat makan pada anak bisa terjadi karena berbagai hal. Anda perlu tanggap menghadapinya agar bayi Anda merasa nyaman jkembali. dr Elina Waiman, SpA memberikan tipnya berikut ini, seperti dilansir Tabloid Mom & Kiddie.

Tersedak Makanan

Anak kecil mudah tersedak makanan. Bila si kecil batuk dan muntah namun masih bisa bernapas dan berbicara, maka tak perlu melakukan tindakan apa-apa.

Namun jika ia tidak bisa bicara atau tidak dapat bernapas (ditandai dengan dada bayi tidak bergerak naik atau turun) maka harus segera dibawa ke rumah sakit sambil Moms berusaha mengatasi keadaan yang mengancam jiwa ini dengan melakukan manuver Heimlich. Berikut langkahnya:

Anak dalam keadaan sadar (untuk anak usia < 1 tahun)

-Pegang anak dengan meletakkan tangan kiri di rahang dan dada bayi sementara tangan kanan Moms di antara kedua kaki bayi, agar ia tidak tergelincir. Selanjutnya tengkurapkan/telungkupkan bayi di lengan Anda hingga tangan kiri tepat/pas menahan rahang dan dadanya.

-  Jika Moms dalam posisi duduk, tekuklah kaki kiri untuk menahan tubuh bayi. Letakkan lengan Anda di paha hingga Anda memangku bayi dalam posisi tengkurap (wajah bayi menghadap ke bawah), sangga kepala bayi dengan telapak tangan kiri dan jangan halangi/tutup mulutnya. Posisikan kepala anak lebih rendah dari badan dan tungkainya.

-    Jika Moms dalam posisi berdiri, majukan kaki kiri dan tekuk sedikit untuk menahan berat bayi dan tetap pastikan kepala bayi lebih rendah dari tubuhnya.

-    Berikan 5 tepukan di bagian tengah punggung bayi (di antara tulang belikat) menggunakan bagian bawah telapak tangan kanan Moms sebagai usaha untuk mengeluarkan benda yang tersedak.

-    Posisikan kepala anak ke atas, dan lihat apakah benda tersedak tersebut telah keluar. Apabila belum keluar, letakkan anak di permukaan yang rata (boleh juga tetap di tangan ibu). Letakkan dua atau tiga jari di bagian pertengahan tulang dada, dan tekan/sentak ke atas secara cepat sebanyak 5 kali.

-    Ulangi tindakan memukul punggung dan mendorong dada ini sampai benda yang tersedak keluar atau anak kehilangan kesadaran. Apabila anak tidak sadar, segera lakukan tindakan pertolongan jantung paru (CPR / Cardipulmonary Resuscitation)

-    Jangan mencoba-coba memasukkan jari dan mengeluarkan benda apabila benda tersebut tidak terlihat karena tindakan ini dikhawatirkan justru akan membuat benda yang tersedak masuk semakin dalam. (ind) (tty)

»

Bayi Laki-lakiku Disunat?

Bayi Laki-lakiku Disunat?MASIH bayi sudah disunat? Nggak salah? Yup, masyarakat Indonesia umumnya mengkhitankan anak laki-lakinya pada usia 8-12 tahun atau ketika sudah duduk di sekolah dasar. Namun seiring waktu, kini mulai banyak orangtua yang langsung mengkhitankan anaknya lelakinya sejak lahir.

Bahkan, tren sunat sejak lahir sebenarnya sudah banyak dianut secara internasional. Adakah alasan khusus di balik sunat sejak usia dini ini?

Perkecil Risiko Infeksi

Sebuah asosiasi dokter anak paling berpengaruh di Amerika Serikat mengatakan bahwa sunat pada bayi baru lahir laki-laki memberi manfaat kesehatan yang jauh lebih banyak ketimbang risikonya. Dari data penelitian yang dihimpun, sunat dapat mengurangi risiko terjadinya kanker penis, infeksi saluran air seni, dan penularan penyakit seksual semacam HIV, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.

dr. Henry Kolondang, SpB dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta, juga mengamini pernyataan tersebut. Menurutnya, sunat pada bayi dilakukan selain karena adanya indikasi medis, juga karena alasan kebersihan penis dan kesehatan.

?Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada anjuran dari Menteri Kesehatan agar orangtua menyunatkan bayi laki-lakinya dengan alasan untuk menghindari risiko berbagai penyakit yang berhubungan dengan penis. Namun, sekali lagi keputusan untuk menyunatkan bayi, bergantung kesiapan orangtuanya,? ujar Henry.

Henry menambahkan bahwa pada intinya sunat - atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah sirkumsisi - adalah membuang kulit kulup yang menutupi kepala zakar (penis). Perlu diketahui, pada kulit kulup terdapat sekret yang menghasilkan kelenjar. Jika tidak sering dibersihkan, kulit kulup tersebut akan kotor dan dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti infeksi saluran kemih, bengkak pada daerah penis, bernanah, dan risiko yang paling berbahaya adalah terjadinya kanker penis. ?Manfaat sunat adalah dapat menjamin kebersihan penis karena lebih mudah dibersihkan setelah kulit kulup tidak ada. Serta dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi dan terkena kanker penis. WHO (Badan Kesehatan Dunia) pun merekomendasikan bahwa sunat bermanfaat bagi kesehatan,? tandasnya.

Tidak Ada Batasan Usia

Banyak pendapat mengenai usia ideal untuk dilakukan sunat. Ada yang menyebut saat bayi masih baru lahir karena proses anestesi yang lebih sederhana. Pendapat lain mengatakan idealnya dilakukan sebelum masa akil balig (usia 15 tahun ke atas) dengan mempertimbangkan keputusan sunat tersebut sudah disetujui individu yang bersangkutan dan anak sudah cukup kooperatif untuk tidak berontak saat operasi.
Namun, Henry mengatakan bahwa secara medis sunat dapat dilaksanakan kapan saja sesuai dengan indikasi dan kondisi bayi atau anaknya.

?Sebetulnya, batasan umur untuk sunat tidak ada. Bagi dunia kedokteran, yang penting adalah batasan secara medis. Misal, untuk bayi yang baru lahir harus menunggu setidaknya 1x 24 jam untuk memberinya waktu beradaptasi dengan dunia di luar kandungan. Ya, kadang-kadang masih ada sebagian orangtua yang khawatir, kasihan, dan tidak tega bayinya disunat. Namun, orangtua juga wajib perhatikan bahwa yang menangani sunat haruslah tenaga medis yang benar-benar ahli dalam bidangnya. Dan, sekali lagi, orangtualah yang memiliki keputusan untuk menentukan usia sunat pada bayi Anda,? tegas Henry.

Di Amerika sendiri, setiap tahunnya berkisar 55-65 persen bayi baru lahir disunat dalam 10 hari pertama (biasanya dalam 48 jam pertama setelah lahir).

Masa Penyembuhan

Kendati tidak ada batasan usia dalam menyunatkan bayi, namun dari segi masa penyembuhan pasca-sunat, ada perbedaannya!

Kita tahu, anak-anak masih mengalami masa pertumbuhan, sehingga setiap terjadi luka, sel-sel pada tubuh mereka akan dengan cepat berganti dan berkembang dengan sel-sel yang baru.

Namun, menurut Henry, penyembuhan luka sunat lebih mudah dilakukan pada masa bayi dibanding anak-anak (usia prasekolah). Apa pasal? Bayi belum banyak melakukan gerakan dan aktivitas sehingga masa penyembuhannya hanya membutuhkan waktu lima sampai tujuh hari. Lain halnya dengan anak-anak usia prasekolah yang sudah banyak bergerak. Kadang, bila si kecil tidak bisa diam, luka sunatnya bisa saja tidak mengering dan mengakibatkan infeksi sehingga masa penyembuhan berlangsung lebih lama.

Risiko Sunat

Seperti laiknya prosedur operasi lain, sunat/khitan pada bayi memiliki beberapa risiko tindakan di antaranya luka, perdarahan, infeksi, nyeri pasca-operasi serta trauma psikologis. Namun tentu saja tenaga medis akan berusaha keras untuk selalu meminimalkan risiko tersebut.

Jadi, sebelum menyunatkan bayi, orangtua haruslah merundingkan keputusan ini secara bersama-sama dengan pihak keluarga dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Bila orangtua siap, yakin serta tenang dan tidak panik maka perasaan itu pun akan menular pada bayinya sehingga buah hati Anda akan merasa aman. (ind)
(tty)

»