Wednesday, May 1, 2013

Suplemen vs Buah & Sayur, Mana Sumber Terbaik untuk Tubuh?

Suplemen vs Buah & Sayur, Mana Sumber Terbaik untuk Tubuh?BANYAK orang  mengonsumsi suplemen untuk menunjang kesehatannya. Padahal sebenarnya mengonsumsi buah dan sayur untuk memenuhi unsur kesehatan sudah cukup tanpa perlu menambahkan suplemen.

Hal ini dikarenakan buah dan sayur mempunyai kandungan yang sudah komplit dibanding suplemen yang hanya berfokus pada satu dan atau beberapa manfaat tertentu.

?Sebenarnya masyarakat salah bila ia mempunyai pandangan bahwa cukup makan suplemen kebutuhan tubuh akan selesai. Pasalnya, suplemen tidak mempunyai kandungan komplit yang ada pada buah dan sayur. Di mana buah-sayuran mengandung serat, vitamin, mineral, enzim pencernaan dan air,? kata tutur Dr.dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK, dokter spesialis gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di ECO Park, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta 30 April 2013.

Secara keseluruhan, buah dan sayuran lebih baik dibanding mengonsumsi suplemen. Pasalnya suplemen tidak mengandung unsur semua yang diperlukan oleh tubuh, seperti yang ada pada buah dan sayuran.

?Sebenarnya seseorang tidak perlu repot membeli suplemen yang mahal untuk menunjang kesehatan. Cukup mengonsumsi buah dan sayuran persoalan selesai, hal ini karena apa yang mereka butuhkan sudah ada dalam buah dan sayur,? terangnya. (ind) (tty)

»

Astaga, Gadis 2 Tahun Ini Tak Punya Tenggorokan

Astaga, Gadis 2 Tahun Ini Tak Punya TenggorokanSEORANG gadis 2 tahun lahir tanpa tenggorokan. Untuk mengatasi hal tersebut, para dokter melakukan pengobatan eksperimental dari sel induk gadis tersebut.

Hannah Warren belum mampu bernapas, makan, minum atau menelan sendiri sejak ia lahir di Korea Selatan pada tahun 2010. Sampai operasi di sebuah rumah sakit Illinois pusat, sebelumnya ia menghabiskan seluruh hidupnya di sebuah rumah sakit di Seoul. Dokter di sana mengatakan pada orang tuanya tidak ada harapan bagi Hanna untuk terus hidup, demikian yang dilansir Foxnews.

Namun, harapan bagi kedua orangtua dan Hanna sendiri muncul setelah para dokter di Illinois melakukan operasi eksperimental, dengan mengambil sel-sel induk yang berasal dari sumsum tulang Hannah. Sel ini diekstraksi dengan jarum khusus yang kemudian dimasukkan ke dalam tulang pinggulnya. Sel yang diunggulkan dibawa ke sebuah laboratorium untuk penelitian lebih lanjut. Di sana para peneliti membuat sel tersebut untuk berkembang biak dan membuat tenggorokan baru bagi Hanna.

Warren dan istrinya, Lee Young-mi mengatakan dia berharap keluarga dapat membawa Hannah pulang ke rumah untuk pertama kalinya secepatnya setelah Hanna pulih.

"Ini akan menjadi luar biasa bagi kita untuk akhirnya bersama sebagai sebuah keluarga," ungkap Warren.
 
Pasangan yang sudah memiliki anak perempuan yang lebih tua ini bersuka cita atas keberhasilan pengobatan eksperimental dengan pasien termuda di dunia ini. (ind)
 
(tty)

»

Buah, Sahabat Sehat Pencerhaan Anda

Buah, Sahabat Sehat Pencerhaan AndaBANYAK sekali manfaat dari mengonsumsi buah, salah satunya yakni membantu menyehatkan usus  dan pencernaan.

Hal ini karena kandungan dalam buah selalu mempunyai enzim yang membantu pencernaan lebih lancar, khususnya buah pepaya, kiwi, nanas dan kentang, tomat dan apel.

?Pernahkah merasa perut tidak enak, saat buang air tidak keluar semua? Nah,  mengonsumsi buah akan memperlancar percernaan Anda hingga selepas itu badan Anda terasa enteng. Kemudian, untuk mendapatkan manfaat itu caranya gampang, yaitu cukup dengan mengonsumsi semua jenis buah setiap hari. Sementara, ada buah secara khusus yang mempunyai manfaat langsung  seperti buah pepaya, kiwi dan nanas yang mengandung enzim proteolitik,  atau kentang, tomat, apel dengan enzim katalase dan pektinase yang berdampak lansung pada tubuh, tanpa membutuhkan waktu beberapa hari,? tutur Dr.dr.Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK, dokter spesialis gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di ECO Park, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta 30 April 2013.

Dituturkannya, buah juga bisa membantu penyerapan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dan menjaga usus Anda selalu sehat. Bahkan, kandungan buah lebih efektif ketimbang mengasup suplemen.

?Buah juga sangat bermanfaat untuk membantu penyerapan protein dan vitamin dalam tubuh, selain itu juga bisa bertahan lebih lama dibanding suplemen.  Di mana serat yang masuk dalam tubuh bisa diserap dengan baik hingga bisa menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil, ataupun ditambah dengan prebiotiknya ( kuman baik) yang terkandung setiap buah akan menjaga sel-sel usus tetap sehat, hingga pencernaan seorang jadi lancar,? terangnya. (ind) (tty)

»

Ajaib, Selang 87 Hari si Kembar Baru Lahir

Ajaib, Selang 87 Hari si Kembar Baru LahirMELAHIRKAN bayi kembar memang hal biasa yang sudah umum di masyarakat. Namun bagaimana jika jarak melahirkan bayi pertama dan bayi kedua kembar tersebut berlangsung hingga 87 hari?
 
Ajaib, mungkin itu adalah kata yang tepat bagi seorang ibu dari Irlandia yang melahirkan bayi kembarnya dengan jarak waktu hingga 87 hari. Maria Jones-Elliott, 34 tahun, melahirkan bayi pertamanya pada 1 Juni 2012. Dia melahirkan putrinya Amy, yang memiliki berat badan sekira 1, 3 ons. Tapi setelah Amy lahir, kontraksi berhenti.
Karena cemas terjadi sesuatu, keluarga Jones memutuskan untuk tetap berada  di Rumah Sakit Regional Waterford sampai bayi kembaran Amy, Katie, lahir 87 hari kemudian pada tanggal 27 Agustus, demikian yang dilansir Foxnews.

Usaha yang gagal untuk menginduksi persalinan lagi setelah bayi pertama, Amy lahir, namun Jones-Elliott dan suaminya, Chris, memutuskan untuk menunggu saja dan membiarkan putri kedua mereka lahir secara alami. Itu pilihan yang sulit bagi pasangan, karena komplikasi kesehatan bisa muncul dari menginduksi persalinan atau menunggu kelahiran.

Para dokter di rumah sakit tersebut mengatakan, dari dokumen literatur medis, interval 84 hari lahir antara kembar memang pernah terjadi, namun mungkin kelahiran 87 hari ini bisa menjadi rekor dunia. (ind)
(tty)

»

Berapa Takaran Konsumsi Buah & Sayur yang Dianjurkan Tiap Hari?

Berapa Takaran Konsumsi Buah & Sayur yang Dianjurkan Tiap Hari?TAKARAN mengonsumsi buah dan sayur sangat penting agar  kesehatan selalu terjaga. Mengonsumsi dengan takaran yang tepat akan meningkatkan kualitas kesehatan Anda.

Takaran memang penting agar seorang dapat merasakan manfaat langsung dari apa yang sudah dimakannya. Seperti yang diketahui buah-sayur ialah makanan dengan kandungan nutrisi dan vitamin yang komplit untuk kesehatan seseorang. Dengan demikian, takaran yang baik diperlukan untuk menunjang kesehatan seorang dalam waktu yang lama.

Di bawah ini ada beberapa rekomendasi dari Dr.dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK, seorang ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. di mana dari rekomendasi tersebut Anda bisa memiih untuk mendapatkan tubuh sehat secara jangka panjang.

Sebagai panduan, bahwa semua takaran makanan di bawah ini menggunakan mangkok ukuran sedang untuk satu porsi buah dan sayurnya. Berikut ini panduan lengkapnya.

-Mengonsumsi 2 jenis buah dan 5 jenis sayuran per hari, menurut The National Health and Medical Research Council (NHMRC)

-Mengonsumsi 8 prosi atau 4.5 mengkuk dari berbagai jenis buah dan sayur per hari, sesuai saran American Heart Association.

-Mengonsumsi 400 gram buah dan sayur per hari, seperti yang direkomendasikan  World Health Organization dan Food Agriculture Organization.

-Mengonsumsi 2 sampai 4 porsi sayur dan 3 sampai 5 porsi sayur per hari, menurut USDA?s Food Guide Pyramide.

-Mengonsumsi 3 sampai 5 porsi sayur dan 2 sampai 3 porsi, seperti yang direkomendasikan Pedoman Gizi Seimbang, Undang-Undang Kesehatan No. 36, 2009. (ind) (tty)

»

Diet Mediterania, Sehatnya Luar Dalam

Diet Mediterania, Sehatnya Luar DalamDIET mediterania memang dikenal sebagai salah satu metode diet terbaik. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari diet yang satu ini. Berikut ulasannya.

Metode diet mediterania kaya akan nutrisi karena menyarankan Anda untuk mengonsumsi asupan minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan. Diet ini juga mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti daging dan produk susu, demikian yang dilansir Foxnews.


Sebuah penelitian menemukan bahwa diet mediterania dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, kematian dan menurunkan risiko penyakit alzheimer. Jenis diet tinggi antioksidan dan asam lemak tak jenuh seperti omega-3, memiliki efek positif pada jantung dan otak.

"Karena tidak ada pengobatan definitif untuk penyakit yang paling dementing, kegiatan dimodifikasi, seperti diet, yang dapat menunda timbulnya gejala demensia sangat penting," ungkap peneliti, Dr Georgios Tsivgoulis, dari University of Alabama di Birmingham.

Orang sehat yang ingin diet lebih cocok dengan diet mediterania. Diet ini membantu menurunkan risiko penurunan kognitif hingga 19 persen.

"Diet adalah kegiatan modifikasi penting yang dapat membantu dalam fungsi kognitif kehidupan Anda. Namun, tidak hanya pola makan yang harus Anda modifikasi, latihan, menghindari obesitas, tidak merokok dan minum obat untuk kondisi seperti diabetes dan hipertensi juga penting," ungkap Dr Georgios. (ind)
(tty)

»

Awas, Obesitas di Usia Muda Perpendek Masa Hidup

Awas, Obesitas di Usia Muda Perpendek Masa Hidup   OBESITAS benar-benar bisa membuat kesehatan Anda terganggu. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, obesitas ternyata juga dapat meningkatkan risiko kematian lebih cepat.
 
Dampak risiko kematian lebih cepat pada mereka yang menderita obesitas ini dapat terjadi jika Anda memiliki obesitas di awal usia 20an. Ini dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit yang mungkin terjadi, sehingga membuat peluang hidup menjadi lebih pendek, demikian yang dilansir Foxnews.

Sebuah studi baru  mengungkapkan bahwa laki-laki yang mengalami obesitas pada awal  usia 20-an jauh lebih mungkin untuk mengembangkan masalah kesehatan yang serius pada saat mereka berada di usia 50-an. Kondisi seperti diabetes, pembekuan darah dan serangan jantung menjadi bahaya kesehatan yang mengancam.
 
Tidak hanya itu, para peneliti menemukan bahwa obesitas pada dewasa awal, khususnya pada pria bahkan dapat meningkatkan kemungkinan kematian dini, bahkan mencegah mencapai usia pertengahan.

Menurut para peneliti, hampir setengah dari mereka yang dianggap obesitas pada usia 22 tahun yang didiagnosis dengan gangguan kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, atau bekuan darah di kaki atau paru-paru, hanya bisa bertahan hidup hingga usia 55 tahun, atau bahkan belum mencapai usia tersebut. (ind)
 
(tty)

»