Friday, June 14, 2013

Menuju Jakarta Bebas DBD di 2020

Menuju Jakarta Bebas DBD di 2020DEMAM Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman penyakit yang perlu diwaspadai. Apalagi, warga Jakarta khususnya masih belum terbebas dari penyakit mematikan tersebut.

Memeringati hari Dengue ASEAN 2013, Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, Sanofi Pasteur bagian dari Sanofi Group Indonesia menggelar program pelatihan bagi peningkatan kapasitas para Kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) se-DKI Jakarta, di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

Program ini sekaligus sejalan dengan upaya mewujudkan Jakarta Bebas DBD di tahun 2020 yang telah dicanangkan oleh Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Seperti diketahui, Infeksi virus Dengue yang bisa menyebabkan demam berdarah dengue atau biasa disebut DBD merupakan permasalahan kesehatan global, terutama di daerah tropis dan sub tropis.

Saat ini diperkirakan 50-100 juta infeksi dengue terjadi setiap tahunnya, dan dari 2,5 milliar jiwa yang berisiko tinggi, sekira 1,8 miliar-lebih dari 75% tinggal di Asia Pasifik.

Menurut Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), M.TropPaed., Ketua Divisi Penyakit Infeksi dan Pediatri Tropis, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, demam dengue disebabkan oleh infeksi empat serotipe virus dengue disebarkan melalui nyamuk Aedes Aegypti.

"Di wilayah tropis dan sub-tropis, gabungan antara vektor,iklim, ekologi dan perilaku manusia berkontribusi bagi perkembangan epidemiologi yang kompleks dari penyakit tersebut," ujar dr.Hindra dalam Peringatan Hari Dengue ASEAN 2013 di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (15/6/2013).

Di Indonesia, tantangan dalam mengatasi dengue terus meningkat. Tercatat, Indonesia menempati posisi dengan jumlah angka tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Selain itu, Indonesia sendiri menjadi angka tertinggi untuk dengue di Asia Tenggara.

Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan dari keberadaan penyakit ini bagi kesehatan maka diperlukan upaya efektif dan berkesinambungan untuk pengendalian dan pencegahan DBD.

"Upaya pencegahan masih merupakan cara terbaik untuk mengurangi beban akibat penyakit ini. Jumlah kematian dari dengue dapat diturunkan melalui pendekatan sistem deteksi dini dan tatalaksana yang tepat," tandas dr. Hindra. (ind) (tty)

»

0 comments:

Post a Comment