SEJAK lama depresi merupakan penyakit yang sulit disembuhkan. Bahkan, penelitan membuktikan, kurang dari 40 persen pengobatan awal bagi penderita depresi tak berhasil.
Hal ini turut diungkapkan dalam jurnal JAMA Psychiatry. Pada jurnal tersebut dijelaskannya, kondisi itu bisa terjadi lantaran adanya perbedaan pendapat antara pasien, dan dokter dalam mengatasi depresi. Tak ayal, akhirnya bisa berpengaruh pada pengobatan pasien.
"Hal yang membuat pengobatan depresi sulit diatasi karena pasien kurang memahami preferensi pengobatan efektif yang harus diambil. Bila penyebab depresi adalah pengalaman buruk atau trauma, sebaiknya Anda pergi ke psikolog untuk mendapatkan terapi. Tapi kalau merasa dengan obat antidepresan saja sudah sembuh, Anda hanya perlu datang ke dokter. Untuk itu, Anda harus bisa melihat penyebab depresi yang dialami agar mendapat penanganan yang efektif dalam pengobatannya," kata Dr, Helen Meyberg seorang ahli saraf di Emory University School of Medicine.
Lebih lanjut, Meyberg mengungkapkan, dengan kondisi tersebut membuktikan kurang dari 40 persen pengobatan awal untuk pasien penderita depresi tak berhasil. Kecenderungannya, pasien harus menunggu untuk melihat apakah mereka dapat diberi pengobatan tambahan yang lebih efektif atau tidak.
Mayberg menjelaskan, penyakit depresi harus disembuhkan untuk mencegah timbulnya penyakit lain. Meski begitu, pasien juga harus melihat apa penyebab utama depresi yang dideritanya. Hal ini semata-mata bertujuan agar pengobatannya bisa lebih efektif. (Fik)
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment