Friday, May 2, 2014

26 Kasus Baru MERS Kembali Dilaporkan di Arab Saudi

26 Kasus Baru MERS Kembali Dilaporkan di Arab SaudiMIDDLE East Respiratory Syndrome (MERS) nampaknya kian mewabah di kawasan Timur Tengah. Hal ini dikarenakan pemerintah Arab Saudi baru saja melaporkan 26 kasus baru MERS di beberapa bagian wilayah mereka. Meski begitu, the Gulf Cooperation Council (GCC) membantah bila MERS telah menjadi epidemi.
 
Dari kasus baru ini, tujuh orang dilaporkan terinfeksi di Jeddah, empat orang di Makkah, 10 orang di Riyadh, 2 orang di Tabuk, dan masing-masing 1 orang di al-Batin dan Najran. Bahkan, Riyadh juga mengumumkan bahwa dua warga negara Saudi yang sebelumnya didiagnosis MERS telah meninggal dunia.
 
Menyikapi kasus baru ini, the GCC Health Minister Council Executive Board Tawfiq Al-Khawaja mendiskusikan kenaikan kasus yang dilaporkan MERS di wilayah tersebut. Di antaranya mendiskusikan sejumlah rencana kontingensi untuk menangani masalah ini.
 
?Negara-negara Timur Tengah akan bertukar rencanan kontingensi untuk menangani wabah. Selain itu juga menempatkan fasilitas laboratorium dan memperluasnya di berbagai tempat untuk menangani pengujian terhadap corona virus yang menyebabkan sindrom tersebut,? jelas Tawfiq Al-Khawaja, dikutip Aawsat.
 
Lebih lanjut, Al-Khawaja mengatakan, bila rekomendasi dewan GCC berfokus pada peningkatan langkah-langkah pengendalian infeksi, termasuk menyediakan lebih banyak pelatihan dalam pengendalian infeksi terhadap profesional kesehatan.
 
Di kesempatan yang sama Al-Khawaja juga membantah bahwa wabah MERS sudah menjadi epidemi. Dirinya menekankan bahwa epidemi hanya dapat dinyatakan oleh organisasi kesehatan dunia, WHO. Selain itu, Al-Khawaja juga menegaskan bila WHO berkoordinasi dengan otoritas kesehatan GCC untuk memantau wabah MERS.
 
?WHO telah mengerahkan tim khusus untuk berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Arab Saudi, termasuk dengan Menteri Kesehatan Adel Fakieh untuk memerangi meningkatnya jumlah kasus MERS,? tandasnya.
 
 
(tty)

»

0 comments:

Post a Comment