Tuesday, May 6, 2014

Pacaran Antarkan Wanita Meninggal di Usia Belia?

Pacaran Antarkan Wanita Meninggal di Usia Belia?BERSOSIALISASI bersama teman-teman yang berlawanan jenis memang sah-sah saja. Tetapi, pacaran di usia muda bisa berdampak besar dalam berbagai hal, termasuk kematian di usia belia. Apa pasal?  
Staf ahli Menkokesra bidang MDG's, Dr.dr. Tb. Rachmat Sentika, Sp.A.,MARS mengatakan, sebanyak 77 persen wanita berusia 15 sampai 24 tahun sudah punya pacar dan 72 persen pria telah mempunyai pacar. Data tersebut berdasarkan Survey Reproduksi Remaja BKKBN dan KEMKES 2009, serta Penelitian Pernikahan Dini BKKBN tahun 2012.
 
Lantas, apa yang mengkhawatirkan dari persentase usia pacaran tersebut? Menurut Dr. Tb Rachmat, dengan perilaku pacaran dari mulai pegangan tangan, berciuman, petting hingga berhubungan seks dapat semakin meningkat.
 
"Sehingga dikhawatirkan terjadi kehamilan di usia muda, aborsi, anak yang tidak diharapkan, serta kematian ibu dan bayi semakin meningkat," tutur Dr. Tb. Rachmat Sentika di Gedung Kemenko Kesra, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2014).
 
Berdasarkan dari hasil analisis, Dr. Tb Rachmat Sentika mengatakan bahwa ternyata 82 persen kematian terjadi di usia muda, yaitu di bawah usia 15 tahun dan rentang usia 15 sampai 20 tahun. Hal ini disinyalir karena tingginya pernikahan yang terjadi di usia muda.
 
Selain itu, perilaku seksual remaja yang bergeser lebih muda, seperti umur pertama menstruasi menjadi antara 10 -11 tahun dari sebelumnya 12-14 tahun, menurut Dr. Tb. Rachmat menjadi penyebab.
 
"Oleh karena itu, kampanye untuk menunda pernikahan pada usia dini pada kelompok anak SMP menjadi rekomendasi kuat yang harus dilakukan BKKBN dan seluruh pihak," tandasnya.
(tty)

»

0 comments:

Post a Comment