IBU hamil diminta menunda keberangkatan ibadah haji atau umrah berdasarkan travel advice yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Hal ini tentunya berkaitan dengan mewabahnya Middle East Respiratory Syndrom (MERS) Coronavirus di Arab Saudi.
Meskipun travel advice sudah dikeluarkan, kemungkinan ibu hamil tetap ingin berangkat ibadah haji atau umrah tetap ada. Lalu, apa yang harus dipersiapkan ibu hamil bila tetap ingin berangkat ke tanah suci?
Dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Harapan Kita dr. Hasnah Siregar, SpOG mengatakan, ibu hamil yang tetap ingin berangkat haji atau umrah harus menyiapkan semua obat-obatan yang diperlukan. Selain itu, ibu hamil juga disarankan membawa vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya.
"Selain itu, minum yang banyak, jangan sampai lupa agar tidak haus. Jadi, ibu hamil perlu minum air yang banyak supaya daya tahan tubuhnya tidak terganggu," ucap dr. Hasnah di Kantor IDI, Menteng Jakarta Pusat, Kamis, 8 Mei 2014.
Selain itu, dr. Hasnah menyarankan kepada ibu hamil, ketika di tanah suci untuk menjauhi peternakan hewan unta yang sejauh ini diduga kuat sumber penularan MERS. Dari beberapa kasus MERS, seperti warga negara Malaysia dikabarkan sempat berkunjung ke peternakan unta, sehingga dugaan kuat mengarah kepada hewan khas Timur Tengah tersebut.
"Selain itu, ibu hamil juga harus tetap menjaga kebersihan dan makan yang banyak selama di sana, serta istirahat yang cukup," imbuh dr. Hasnah.
Di samping itu, dr. Hasnah menghimbau kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya, baik sebelum keberangkatan maupun setelah pulang. Tujuannya untuk memeriksa kondisi kehamilannya, misalnya apakah ketubannya terganggu atau ada gangguan virus.
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment