KECANGGIHAN teknologi pada era saat ini, rupanya berdampak negatif pada anak. Selain menimbulkan kecanduan, penggunaan gadget secara berlebihan juga menyebabkan kerusakan terhadap mata anak.
Anggota Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia dr. Dian Eka mengatakan, kelainan mata yang terjadi pada anak-anak usia SD, biasanya disebabkan kelainan media refraksi. Artinya, kelainan yang mengganggu kemampuan saraf mata untuk menangkap suatu objek.
Hal itu dikatakan Dian pada saat memeriksa mata ratusan anak di acara Pemeriksaan Mata Gratis bersama Alfamart dalam rangka hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Dian menambahkan, kecendurangan dan banyaknya aktivitas anak bermain game Online, baik melalui video games ataupun gadget bisa membuat kelainan refraksi pada mata anak.
"Ini jadi lifestyle pada anak masa kini, di mana mereka banyak menggunakan gadget dan memicu refraksi mata lebih tinggi pada anak," jelas Dian, dokter mata yang berpraktik di RSCM ini.
Dian menambahkan, seringnya bermain gadget terlalu dekat, membuat mata anak lelah karena kurangnya pencegahan dari orangtua. Namun, kata dia, ada pula faktor genetik bawaan dari orangtua si anak.
"Akibat perkembangan zaman. Jadi, jatuhnya cahaya harusnya ke retina, ini jatuhnya di belakang retina jadi minus matanya. Genetik juga bisa, banyak banget anak yang mengalami refraksi mata, sehari saja ada 300 anak kurang lebih diperiksa matanya di RSCM," jelasnya.
Biasanya, anak yang mengalami kelainan refraksi, mereka akan buram saat melihat dan berusaha memfokuskan benda hingga mengalami pusing dan mata merah. Karena itu, salah satu kepedulian terhadap mata anak Indonesia, hari ini bertepatan dengan Hardiknas, panitia pelaksana dari Alfamart, LIONS Club, Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Depok dan Iropin, serta PERDAMI secara serentak menggelar pemeriksaan mata gratis di 23 lokasi Rumah Albi Toko Alfamart yang tersebar di 19 Kota di seluruh Indonesia.
Deputy Branch Manager, Keradenan Bogor Alfamart Arman Suparman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar. Mata, kata dia, merupakan jendela dunia di mana menjadi bagian terpenting dalam hidup terutama bagi generasi penerus bangsa.
"Kami sudah banyak melakukan bakti sosial, salah satunya pemberian kacamata dan pemeriksaan gratis bekerja sama dengan LIONS Club, pelajar sebagai generasi penerus di dunia pendidikan, mata punya peranan penting. Apalagi saat ini kemajuan teknologi banyak mempengaruhi mata mereka," ungkapnya di Alfamart Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok.
Dia menargetkan akan mengobati 700 mata pelajar Depok. Sementara target nasional sebanyak 7.000 pelajar. Satu siswa kelas lima SD di Depok juga dirujuk ke rumah sakit karena mengalami kelainan pada pupilnya yang mengecil.
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment