Friday, May 3, 2013

Asupan Gizi Seimbang Dukung Kecerdasan Anak

Asupan Gizi Seimbang Dukung Kecerdasan AnakSETIAP anak tentu memiliki tingkat intelegensi yang berbeda. Hal itu rupanya terkait erat dengan asupan gizi yang baik dan seimbang.  
Dalam Seminar Nasional bertema Peranan Masyarakat Perkotaan Terhadap Peningkatan Kualitas Gizi dan Kecerdasan Bangsa di Hotel Bumi Wiyata, Depok, menghadirkan Dirjen Bina Gizi Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Slamet Riyadi.
 
"Dalam seminar yang bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat perkotaan dalam meningkatkan kualitas gizi ini, pentingnya fungsi stimulasi pada anak untuk meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak. Semoga para peserta dapat manfaatkan seminar ini sebagai media pembelajaran, sehingga bersama-sama bisa meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak," jelas Ketua Panitia M Fitiawan dalam sambutannya, Kamis, 2 Mei 2013.
 
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menambahkan, seminar ini merupakan upaya menyadarkan bahwa gizi merupakan bagian dari prasyarat untuk meningkatkan kualitas SDM. Hal itu bisa dimulai dari sekolah-sekolah dengan memperhatikan kualitas kantinnya.
 
"Perlu dipahami oleh seluruh pendidik bahwa kita harus benar-benar memperhatikan kualitas kantin sekolah, agar dapat menyediakan sumber pangan yang higienis, beragam, bergizi, dan terjangkau oleh siswa-siswi, sehingga anak-anak memiliki kualitas kesehatan yang baik," tegasnya.
 
Untuk menjaga ketahanan pangan, kata dia, maka salah satu upaya adalah mengurangi konsumsi padi. Indonesia menjadi pengimpor beras padi dan tergantung terhadap negara pengimpor itu karena konsumsi padi per kapita masyarakat Indonesia itu 139.15 kg per tahun. Kemudian terigu pun naik menjadi 17 kg per tahun.
 
Dengan mengurangi konsumsi beras padi dan terigu, maka cadangan beras Indonesia akan tinggi. Kemudian juga jumlah masyarakat Indonesia yang menderita diabetes akan menurun. Indonesia itu peringkat keempat penderita diabetes.
 
"Gerakan ini untuk membuat Indonesia cerdas. Cerdas tidak tergantung dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Ketahanan pangan nasional harus dibangun dengan dasar asas kemandirian dan kedaulatan pangan," ucapnya.
 
Dirjen Bina Gizi Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Slamet Riyadi mengatakan, pemerintah pusat saat ini sedang berupaya melakukan percepatan pencapaian sasaran peningkatan gizi dan target MDG's 2015. Slamet optimistis target MDG's bisa dicapai karena angka gizi kurang terus berkurang.
 
"Seminar ini sangat penting, karena pembinaan kesehatan (gizi) akan memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan nasional. Masyarakat perlu ubah gaya hidup dan pola konsumsi pangan dengan back to nature, jangan selalu konsumsi fast food dan membiasakan makan di luar. Konsumsilah makanan yang bergizi, seimbang, dan beragam untuk meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak" tutup Slamet.
(tty)

»

0 comments:

Post a Comment