MESKIPUN beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum jus dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih rendah, namun penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang meningkatkan konsumsi jus justru bertambah berat badannya lebih banyak dari orang-orang yang tidak menambah porsi jus mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh Harvard University menemukan, cairan yang kita konsumsi akan direspon oleh otak sebagai tanda bahwa kita sudah merasa puas dan kenyang. Yang membuat cairan ini bisa menjadi faktor obesitas adalah saat kalori cair yang dikonsumsi menumpuk dan menambahkan berat badan sehingga memicu obesitas, demikian yang dilansir Foxnews.
Minum jus juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah karena mengandung gula yang cukup tinggi dan ini bukan merupakan hal yang baik untuk anak-anak karena dapat berisiko untuk obesitas dan diabetes.
Para ahli setuju bahwa sumber utama nutrisi dalam diet anak harus berasal dari buah dan sayuran segar, jus dengan porsi yang disesuaikan tidak akan menjadi masalah jika anak tidak makan buah segar yang cukup.
Penting juga untuk memprhatikan porsi jus yang anak Anda konsumsi. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak di bawah 1 tahun tidak boleh minum jus. Untuk anak-anak 1 sampai 6 tahun, tidak lebih dari empat sampai enam ons jus dan untuk anak-anak 7 sampai 18 tahun, tidak lebih dari delapan sampai 12 ons per hari. (ind)
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment