ADANYA tenaga medis profesional dan siaga dalam acara marathon dio Boston sangat membantu pertolongan pertama para korban ledakan bom Boston. Kesiagaan ahli medis ini sangat diperlukan untuk dapat mengatasi dan meminimalisasi kondisi terburuk pada korban.
Para ahli medis yang melakukan pertolongan pertama pada saat ledakan terjadi benar-benar memiliki kemampuan untuk memulai resusitasi dan stabilisasi pasien. Mereka juga terlatih untuk mengatasi luka terbuka akibat serpihan bom yang mengenai para korban, demikian yang dilansir Foxnews.
?Dalam tenda medis yang berdiri pada acara marathon seperti ini, para tenaga medis sudah terbiasa melihat banyak pasien pingsan atau kesulitan bernapas atau trauma ekstemitas akibat marathon. Jadi mereka terbiasa dan memiliki keahlian untuk mengatasi hal tersebut. Namun tentu, kali ini skenario yang muncul jauh berbeda, tetapi para ahli medis tetap menjalankan tugasnya dengan maksimal,? ujar Doug Finefrock, Wakil Ketua Emergency trauma department di Hackensack University Medical Center, New Jersey.
Untungnya, kota Boston penuh dengan pusat medis pada level III yang memiliki banyak tempat protokol darurat yang siaga. Dalam situasi bencana seperti ini, ahli bedah trauma, dan anestesi dapat segera membatalkan operasi elektif untuk membantu para korban di kamar operasi darurat. (ind)
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment