SEMBILAN indikator pembangunan kesehatan dari total 51 indikator masih perlu perhatian lebih serius sebagai tanggung jawab Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Dari sembilan petunjuk tersebut, empat indikator perlu kerja keras dan lima di antaranya masih sulit tercapai. Sisanya sebanyak 42 indikator, sudah berhasil dicapai. Rincian pemilahan indikator itu mencerminkan capaian pembangunan kesehatan sampai dengan 2012 berdasarkan mid-term-review pada 2012.
?Berdasarkan hasil mid-term-review RPJMN pada 2012, dari 51 indikator pembangunan kesehatan yang menjadi tanggung jawab Kemenkes, terdapat sembilan indikator yang memerlukan perhatian lebih serius,? papar Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di Makassar.
Nafsiah merinci empat indikator dengan status perlu kerja keras dan masih harus ditingkatkan. Pertama, umur harapan hidup perlu kerja keras untuk ditingkatkan lagi sebesar 0,9 tahun. Pasalnya pada 2012, indikator ini baru mencapai 71,1 tahun dari target 72 tahun pada 2014. Kedua, cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan terlatih sebesar 1,36 persen karena per 2012 indikator ini mencapai 88,64 persen dari target 90 persen pada 2014.
Ketiga, persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS masih perlu tambahan 10,5 persen, sebab baru menyentuh level 79,5 persen (2012) dalam target 90 persen (2014). Keempat, sebanyak 15,52 persen dari rasio total persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan (64,58 persen pada 2012 dari target 80,10 persen pada 2014).
?Sementara itu, terdapat lima indikator pembangunan kesehatan yang dinilai sulit dicapai, yaitu penurunan angka kematian ibu, penurunan angka kematian bayi, penurunan Total Fertility Rate, peningkatan persentase penduduk dengan akses air minum yang berkualitas, dan penurunan Annual Parasite Index untuk penyakit malaria,? sambung Nafsiah.
Rincian derivat dari lima indikator tersebut ialah status awal pada 2009 tercatat 228 angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Ironisnya, tiga tahun terakhir sejak 2010 sampai 2012 tidak ada laporan masuk. Sedangkan targetnya sendiri 118 pada 2014. Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 32 pada 2012 harus turun menjadi 24/1.000 dua tahun berselang.
Sementara Total Fertility Rate (TFR) 2,6 anak (2012) dari target 2,1 (2014). Persentase penduduk yang memiliki akses air minum yang berkualitas (42,76 persen pada 2011 dari target 68 persen pada 2014). Penurunan Annual Parasite Index (API) untuk penyakit malaria 1,69 pada 2012 dari target pada 2014. (ind)
(tty)
»






0 comments:
Post a Comment